Arsip untuk ‘Bahasa’ Kategori
PERSOALAN ORTOGRAFI PENYERAPAN KOSAKATA SANSKERTA DALAM BAHASA INDONESIA
Dalam Bahasa di 3 Maret, 2012 pada 2:08 pmEksistensi Bahasa Bali di Daerah Eks Transmigrasi Dataran Dumoga, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara
Dalam Bahasa di 18 Februari, 2012 pada 11:20 pmEksistensi Bahasa Bali di Daerah Eks Transmigrasi Dataran Dumoga
Makalah ini disampaikan dalam Seminar Nasional Bahasa Ibu V tanggal 17–18 Februari 2012 yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana S-2 dan S-3 Linguistik Universitas Udayana di Denpasar, Bali.
V dan W
Dalam Bahasa di 4 Januari, 2011 pada 12:10 pmDalam sistem fonologi bahasa Sanskerta dan sistem fonologi bahasa Indonesia, bunyi [v] dan bunyi [w] digolongkan ke dalam semivokal. Bunyi [v] merupakan semivokal labiodental, sedangkan bunyi [w] merupakan semivokal bilabial.
Dalam …
Tulisan lengkapnya pada file pdf berikut ini.
Persoalan Ortografi Bunyi [s] dalam Bahasa Indonesia
Dalam Bahasa di 4 Januari, 2011 pada 11:00 amDalam sistem tulisan, bahasa Sanskerta menggunakan aksara Dewanagari, sedangkan bahasa Indonesia menggunakan aksara Latin. Perbedaan sistem tulisan ini tentunya juga menimbulkan persoalan ortografi. Persoalan yang muncul akibat penyerapan ini adalah bangaimana menuliskan kosakata serapan tersebut dalam bahasa yang menyerap atau dari bahasa sumber ke bahasa sasaran dalam hal ini dari bahasa Sanskerta ke sistem ejaan bahasa Indonesia.
Berikut ini …
Tulisan lengkapnya dalam file pdf berikut ini.
Persoalan Ortografi Bunyi [s] dalam Bahasa Indonesia
Tata Istilah
Dalam Bahasa di 23 April, 2010 pada 10:54 pmPeristilahan merupakan hal yang penting dalam sebuah bahasa. Sebuah bahasa pasti mempunyai istilah tertentu dalam mengungkapkan suatu bidang tertentu. Demikian juga halnya dengan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia menggunakan istilah tertentu untuk mengungkapkan hal atau bidang tertentu.
Kalau dirujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2008), istilah bermakna: (1) kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas bidang tertentu; (2) sebutan; nama: janda muda disebut dengan istilah ”janda kembang”; (3) kata atau ungkapan khusus.
Di samping kata istilah, ada pula kata turunan istilah yang lain, yaitu peristilahan dan pengistilahan. Peristilahan bermakna perihal istilah, sedangkan pengistilahan bermakna proses, cara, perbuatan mengistilahkan.
Berikut ini adalah materi Tata Istilah dalam penyuluhan bahasa Indonesia di Minahasa Utara.
Awalan “di-” dan Kata Depan “di”
Dalam Bahasa di 22 Desember, 2008 pada 12:21 amPenulisan awalan “di-” dan kata depan “di” sering salah.
Awalan “di-” seharusnya ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, sedangkan kata depan “di” ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya.
Mari kita cermati penggunaan “di-” dan “di” berikut.

Penulisan “di kunci” seharusnya “dikunci” dan “diluar” seharusnya “di luar”.
Berikut ini penulisan “di-” pada papan informasi yang sudah tepat.

Penulisan awalan “di-” pada papan tersebut sudah tepat, namun penggunaan kata depan “dari” tidak efektif.
Kehadiran kata “dari” tidak menambah atau mengurangi informasi yang ingin disampaikan. Oleh karena itu, kata “dari” tidak perlu digunakan.