I Made Sudiana

Frangky Kalumata

In Sastrawan Manado & Karyanya on 19 Juli, 2008 at 5:22 am

1) Latar Belakang Keluarga

Frangky Kalumata, terlahir dengan nama Franciscus P. Kalumata, nama yang diberikan oleh orang tuanya. Ia lahir di Minahasa, 9 September 1958 dari pasangan suami istri alm. Yakop Kalumata dan Anie Raintung. Ayahnya adalah seorang yang berwiraswasta dan ibunya seorang ibu rumah tangga.

Frangky Kalumata manikahi Farida Daeng, dan sampai saat ini telah dikaruniai tiga orang anak. Anak pertama Elfran Kalumata, anak kedua Asmarini, dan anak ketiga Faradiba.

2) Latar Belakang Pendidikan

Frangky Kalumata bersekolah di SD Katolik (Roma Katolik) XIX Santo Aloysius di Manado. Kemudian mengikuti Ujian Persamaan SMP di Manado.

Pendidikan luar sekolah yang pernah dijalaninya antara lain: Workshop State Management, kerjasama Japan Foundation dan Direktorat Kesenian Depdikbud, tahun 1997 dan 1998 di Bandung.

3) Latar Belakang Pekerjaan

Riwayat pekerjaan Frangky Kalumata diawali sejak diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil. Ia diangkat menjadi PNS di Taman Budaya Sulawesi Utara sejak tahun 1980. Sampai sekarang ia tetap aktif sebagai pengawai di Taman Budaya Sulawesi Utara.

Pekerjaannya di Taman Budaya membuatnya banyak bergelut dengan pekerjaan kesenian. Berbagai kegiatan berkesenian dijalaninya selama berdinas di kantornya. Ia membina kesenian di Sulawesi Utara melalui program-program kerja kantornya.

Selain aktif di kantornya ia juga aktif di luar kantor. Tahun 1992 ia pernah tercatat sebagai redaktur majalah Maesaan yang terbit di Jakarta. Redaktur majalah Nyiur Melambai pada tahun 1996. Sejak tahun 1986 ia aktif di berbagai kelompok teater yang ada di Manado. Beberapa kelompok teater yang pernah dibinanya antara lain: Teater Lawangirung, Sanggar Repsal, Teater Bukit Muria Winangun, dan terakhir ia masih aktif sampai sekarang di Teater Mesba, Malalayang.

4) Latar Belakang Kesastraan

Sejak masa bersekolah di SD, Frangky Kalumata mempunyai kegemaran membaca komik. Komik-komik yang dibaca pada masa itu berupa komik yang bercerita tentang petualangan. Ia juga mempunyai kesukaan membaca karya-karya fiksi. Sedangkan cerita-cerita dongeng ia dapatkan dari ibunya. Ibunya selalu mendongeng untuknya sebelum pergi tidur. Sejak masa SD itu kesenangannya kepada sastra mulai tumbuh.

Frangky mulai menulis cerpen ketika masa SMP (1976). Ia mengikutsertakan cerpennya dalam lomba penulisan cerpen di lingkungan gereja. Sejak itu ia lebih banyak lagi menulis. Ia pun mulai menulis puisi untuk dinikmati sendiri. Dalam hal menulis puisi ia banyak belajar dari Husen Mulahele dan Baginda M. Tahar. Cara yang ia tempuh dalam belajar ini yaitu dengan memperlihatkan karyanya kepada Husen Mulahele dan Baginda M. Tahar. Harapannya supaya puisinya dikomentari dan ia bisa memperbaikinya. Pada masa remaja itu ia sering juga bermain drama di teater gereja.

Pada tahun 1984 beberapa cerpen hasil karyanya pernah dikirim ke majalah Horison. Walaupun tidak sempat dimaut ia terus berkarya. Naskah drama yang ditulis pertama kali ketika itu berjudul “Si Pali”. Karya-karyanya khususnya puisi banyak dimuat harian yang terbit di Manado, seperti Manado Post, Cahaya Siang, dan Komentar.

Frangky Kalumata pernah bekerja bersama dengan Remmy Silado ketika shooting Film Benteng Moraya di Tondano pada tahun 1992.

Kegiatan tulis-menulis Frangky Kalumata tidak hanya seputar menulis naskah drama, ia juga menulis kritik sastra dan esai tentang drama. Beberapa kritik sastra dan esainya dimuat harian Manado Post. Salah satu judul esainya “Teater Dihidupkan, Teater Menghidupkan” dimuat di Manado Post, pada tahun 1988.

5) Karya-karya Frangky Kalumata

a. Puisi

Antologi Puisi Nusantara “Zamrud Khatulistiwa” Yogyakarta: Direktorat Jenderaal Kebudayaan Taman Budaya Yogyakarta.

b. Drama

(1) “Balada Madi dan Hadijah”, diterbitkan oleh Taman Budaya Sulawesi Utara dalam Antologi Naskah Drama Empat Nuansa

(2) “Telur Mitos”

(3) “Si Pali”

(4) “Jika Cinta Telah Mati” (Balada Anak Bangsa)

(5) “Kedaulatan yang Terbunuh”

(6) “Kutuk Dosa Bangsa”

(7) “Kospirasi Hegemoni”

(8) “Monoplay Virus Hati Gila”

(9) “Cahaya Perjanjian”

(10) “Korupsi”

(11) Berhentilah Menjadi Pejabat”

c. Karya-karya yang Pernah Disutradarai

(1) “Lelak” (dipentaskan di Samarinda tahun 1987)

(2) “Telur Mitos” (dipentaskan di Samarinda tahun 1987)

(3) “Apolo dari Bellac”

(4) “Kedaulatan yang Terbunuh” (dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta tahun 2003)

  1. bagus bosss
    kapan balik manado

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: