I Made Sudiana

Leonardo Axsel Galatang

In Sastrawan Manado & Karyanya on 19 Juli, 2008 at 5:14 am

1) Latar Belakang Keluarga

Leonardo Axsel Galatang lahir di Manado, 27 Juli 1963. Ia terlahir dari keluarga petani. Ayahnya bernama Roiter Galatang dan ibunya bernama Getroide Kambira. Kedua orang tuanya tinggal di Bitung. Axcel adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Sampai saat ini ia masih membujang.

2) Latar Belakang Pendidikan

Masa-masa sekolah Axsel semuanya dilalui di Kota Bitung. Sekolah dasar diselesaikan pada tahun 1975, SMP tamat tahun 1979, dan SMA tamat tahun 1983. Axsel melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Ilmu Politik Merdeka, Manado, mengambil jurusan sosiologi. Kuliahnya diselesaikan tahun 1992.

3) Latar Belakang Pekerjaan

Semasa duduk di bangku SMA (1982) Axsel magang di harian Pancasila. Tahun 1994 menjadi redaktur Seni Budaya Majalah Pendidikan “Spektrum”. Sejak tahun 1988 hingga sekarang ia bekerja sebagai wartawan tetap pada Harian Manado Post. Ia juga aktif di Sanggar Tangkasi sejak tahun 1983 sampai tahun 2000.

4) Latar Belakang Kesastraan

Leonardo Axsel Galatang menulis sejak bersekolah di SMP (1978). Kegemarannya menulis diketahui oleh guru bahasa Indonesianya, Ny. Pangalila. Atas saran gurunya itu ia mengirim puisinya ke Majalah Gadis. Alhasil, sebuah puisi yang berjudul “Mawar Layu di Depan Kelasku” dimuat di Majalah Gadis. Ketika itu ia mendapat honor menulis Rp150,00. Sejak diamuat puisi karyanya itu ia selalu menulis, waktu istirahat sekolah pun ia pakai untuk menulis puisi.

Semasa SMP juga ia suka membaca karya-karya sastra, seperti karya Teguh Esa, Si Ali Topan Anak Jalanan; Dedy Armand, Kecupan Pertama; Dedy Iskandar, Musim Bercinta, Gita Cinta dari SMA: Jilid 1 dan 2, dan Bunga-bunga Sekolah. Karya-karya itu pula telah menjadi inspirasinya dalam menulis. Selain itu karya-karya puisi J.E. Tatengkeng, Chairil Anwar, Sapardi Joko Damono menjadi inspirasinya dalam menulis.

Setelah berkenalan dengan Herman Lahaamenduk, Kamajaya Al Katuuk, Joni Rondonuwu, ia mulai mengenal sastra-sastra serius dan belajar drama. Saat itu ia menyadari bahwa karyanya masa SMP kurang berbobot.

5) Karya-karya Leonardo Axsel Galatang

Puisi

(1) Sasambo: antologi Puisi Enam Penyair, Manado: Forum Komunikasi Seni Budaya Sangihe Talaud 1991. Antologi puisi ini memuat sebelas sajak Leonardo Axsel Galatang. Sajak-sajak yang termuat dalam antologi itu yaitu: “Dendang Nellayan Teluk Manuwo yang Kehilangan Dayung”, “Figur”, “Lamunan”, “Kembara”, “Sajak Batu Salana”, “Potret Diri”, “Balada Hutan Bambu di Tonggeng Sambo”, “Gulita”, “Seekor Bangsat”, “Cemburu”, dan “Tembang Toadu Sura”.

(2) Riak Utara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: