I Made Sudiana

Semuel Muhaling

In Sastrawan Manado & Karyanya on 19 Juli, 2008 at 5:11 am

1) Latar Belakang Keluarga

Semuel Muhaling lahir di Desa Maawali, Pulau Lembeh pada tanggal 18 Sepetember 1964. Ayahnya alm. Yohanes Muhaling adalah pensiunan PNS dan ibunya, Mismartje Tatipang, seorang ibu rumah tangga.

Semuel adalah anak pertama dari lima bersaudara. Ia menikahi Yetrinecke Tustisia Lalenoh pada tanggal 10 November 2000. Pasangan ini dikaruniai seorang putri yang sekarang berumur dua tahun sembilan bulan, Cecilia Nordica Susastra Muhaling.

2) Latar Belakang Pendidikan

Semuel, putra Sangihe Talaud ini, menamatkan sekolah dasar tahun 1967 di SD GMIM Mawali. Tahun 1980 ia tamat dari SMP Negeri Girian Filial Papusungan. Kemudian melanjutkan ke SMA Negeri Bitung dan tamat tahun 1983. Setamat SMA tahun 1983, ia sempat menganggur setahun.

Tahun 1984 ia ikut Sipenmaru dan diterima pada Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP Manado. Tahun 1989 berhasil menyandang gelar Sarjana Pendidikan, Doktorandus.

3) Latar Belakang Pekerjaan

Semuel mengawali riwayat pekerjaannya sebagai wartawan pada Mingguan Warta Utara Manado tahun 1986—1987. Selanjutnya menjadi wartawan juga di Harian Cahaya Siang Manado sampai tahun 1992.

Tahun 1992-1993 ia diangkat menjadi guru SMA Negeri Tompaso, Minahasa. Tahun 2001, selama tiga bulan dipercaya menjadi Kepala Seksi Pengembangan Seni Budaya, Bahasa, dan Sastra Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bitung. Setelah itu diangkat menjadi Kepala Subdinas Humas Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Bitung sampai sekarang. Sejak tahun 2003 menjadi Direktur PT Radio Kota Bitung FM dan Direktur Televisi Kota Bitung Multikanal.

Sejak tahun 1983 sampai sekarang sebagai pembina Sanggar Tangkasi Bitung. Ia juga merupakan salah satu pendiri sanggar tersebut. Semuel juga aktif dibeberapa sanggar di Kotta Bitung sebagai pembina, salah satunya ia aktif di Sanggar Serunai Kasih.

4) Latar Belakang Kesastraan

Sejak SMP Semuel suka mencorat-coret, menulis puisi untuk disimpan saja. Setelah SMA tulisan-tulisan puisinya mulai dikirim ke harian Obor Pancasila, Manado, majalah guru-guru, Spektrum yang terbit di Manado. Karya-karya Chairil Anwar dan J.E. Tatengkeng menjadi inspirasinya untuk mencorat-coret, membuat puisi. Karena suka menulis dan kecintaannya dengan dunia sastra, ia memilih kuliah di Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, walaupun menurut dia, ia tidak pernah bercita-cita menjadi guru. Pada masa kuliah ia mendapat Tunjangan Ikatan Dinas (TID), itu pula mengantarkan ia menjadi seorang guru. Semasa kuliah ia juga bekerja di koran Warta Utara. Di koran ini ia banyak menulis esai dan juga puisi.

5) Karya-karya Semuel Muhaling

a. Puisi

(1) Sasambo: antologi Puisi Enam Penyair, Manado: Forum Komunikasi Seni Budaya Sangihe Talaud 1991. Antologi puisi ini memuat sembilan sajak Semuel Muhaling . Sajak-sajak yang termuat dalam antologi itu yaitu: “Kelima 000.000.000”, “Ritus”, “Riak”, “Bocak dan Karang Laut”, “Keringat”, “Jantung Lautku = Kita”, “Sepotong Nasib Peminta-minta”, “Perempuan dan Janin”, “Duri Diri”, “Malam Bumi”, “Rindu”, dan “Menjadi Kau”.

(2) Riak Utara

(3) Karya-karya puisinya juga diterbitkan di beberapa harian, seperti harian Obor Pancasila, Cahaya Siang, dan Manado Post.

b. Drama

Semuel Muhaling menulis drama untuk kepentingan lingkungan sendiri yaitu menulis drama untuk perayaan Natal di gereja-gereja.

c. Karya Non-Fiksi

Karya-karya nonfiksi ditulisnya di koran tempatnya bekerja dan beberapa koran yang terbit di Sulawesi Utara. Ia juga mengirim tulisannya berupa esai ke Mingguan Mutiara, Jakarta; Majalah Warna Sari, Jakarta; dan Jawa Post, Surabaya.

  1. dimana saya bisa memperoleh karya semuel muhaling?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: